Kemarin, ketika rasa bosan
melanda. Gerah dengan hidup yang
dikekang oleh masa lalu dan nestapa. Galau.
Gak mau tau dengan apapun. Marah sama keadaan. Labil. Gak peduli dengan toleransi. Melakukan apapun sesuka hati. Tutup mata, tutup telinga. Mengubur keinginan, lalu mencoba keluar dari kuburan itu dan membebaskan diri dari tekanan batin. Melantun bersama hari dengan penuh rasa malas tau. Menolak rasa penyesalan. Tenggelam dalam hening, lalu tertetakan dengan ricuhnya konflik batin. Kemudian ketagihan dengan rutinitas. Hilang kontrol. Cape, lalu tenggelam lagi dalam hening. Hingga terbawa nestapa dan kembali tersesat dengan bayangan masa lalu.
Gak mau tau dengan apapun. Marah sama keadaan. Labil. Gak peduli dengan toleransi. Melakukan apapun sesuka hati. Tutup mata, tutup telinga. Mengubur keinginan, lalu mencoba keluar dari kuburan itu dan membebaskan diri dari tekanan batin. Melantun bersama hari dengan penuh rasa malas tau. Menolak rasa penyesalan. Tenggelam dalam hening, lalu tertetakan dengan ricuhnya konflik batin. Kemudian ketagihan dengan rutinitas. Hilang kontrol. Cape, lalu tenggelam lagi dalam hening. Hingga terbawa nestapa dan kembali tersesat dengan bayangan masa lalu.
Akh, ini bukan aku yang
sebenarnya.
Atau apa aku yang sekarang adalah seseorang
hanya bisa menatap ke belakang dan buta akan masa depan?
Memusingkan dan menyusahkan.
Memusingkan dan menyusahkan.
Kampret! Cuma itu kata yg bisa
keluar sebagai ungkapan pemberontakan atas diriku.
Namun perlahan pergantian waktu menawarkan kita realita.
Suatu bentuk pembelajaran yang nyata.. bahwa hidup tetap berlanjut. Dan waktu
takkan berhenti dan menunggu kita sampai
kita bangkit hanya karna kita terjebak dalam kelabilan.
Dan sepaket kenangan dari masa
lalu itu akhirnya harus kusimpan dalam lemari kaca yang berdebu, bersama
tumpukan kenangan-kenangan lainnya yang tersusun rapi. Dan entah
kegagalan-kegagalan apalagi yang akan datang berikutnya padaku, semoga bisa ku
sambut dengan lapang dada. Karena masih banyak rentetan takdir yang harus ku
alami.
Tak ada yang mampu mengembalikan
waktu.
Aku tetap aku. Dan ini hidupku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar