Minggu, 04 November 2012

MENGUPAS PROBLEMATIKA PACARAN DIKALANGAN MAHASISWA

Pacaran sudah merupakan hal yang wajar dikalangan mahasiswa. Anda boleh setuju ataupun tidak dengan pernyataan ini. Realitanya dunia mahasiswa biasanya tidak pernah terlepas dari proses mencintai dan dicintai. Kalaupun ada yang tidak suka pacaran, minimal rasa tertarik pada lawan jenis pasti ada. Hal ini merupakan hal yang normal pada tingkat pertumbuhan manusia.
            Pada awalnya pacaran merupakan proses mengenal satu sama lain dengan cara mengikat dan menyatakan hubungan mereka agar dapat mengenal secara intim. Namun pada perkembangannya pacaran disini diartikan sebagai mode atau trend agar tidak ketinggalan zaman. Padahal menurut ajaran islam, pacaran itu jelas dilarang karena dapat berpotensi zina.
            Problematika pacaran yang terjadi dewasa ini dapat kita jumpai pada fase kasmaran dan fase patah hati atau broken heart. Dunia mahasiswa yang lumayan bebas memberikan peluang bagi mahasiswa untuk bolos di jam kuliah demi kencan dengan pasangan mereka. Bahkan waktu dihabiskan untuk pacaran setiap hari tanpa kuliahpun juga bisa dan tak masalah bagi mereka.  Pada umumnya mereka yang pacaran biasanya malas kuliah, kalaupun kuliah biasanya tidak serius karena pikiran mereka terfokus ke pacar mereka masing-masing. Yang jelas pacaran akan menyita waktu, pikiran dan uang atau bahasa kerennya WOMBAT (Waste Of Money, Brain, And Time). Karena ketika asyik pacaran tidak sedikit dari mereka yang tidak mengerjakan tugas, kuliah tidak teratur, bahkan untuk membaca buku pun hampir tidak pernah. Ditambah lagi ketika mereka putus cinta, banyak yang lantas merasa tak bersemangat dan galau. Akhirnya kuliahpun terbengkalai. Walaupun ada sebagian orang yang bisa menjadikan persoalan pacaran ini sebagai ajang untuk meningkatkan motivasi kuliahnya, namun tak jarang dari mereka yang kehilangan semangat kuliah karena hal ini. Meski ini merupakan hal yang terdengar wajar dan cukup remeh, pada kenyataannya persoalan tersebut justru banyak menimbulkan dampak negative bagi kehidupan mahasiswa di dunia perkuliahan seperti yang dikemukakan di atas dan sulit dipecahkan karena menyangkut dengan kondisi psikologis seorang mahasiwa.
Mahasiswa yang kehilangan semangat belajar dapat berakibat buruk ke kuliahnya. Bisa menjadi mahasiswa abadi karena nilai-nilai yang tidak tuntas. Bagaimana jika mahasiswa tersebut terjun ke lapangan? Bisa jadi tak ada ilmu yang dapat diterapkan disana akibat budaya malas kuliah tersebut. Oleh karena itu, seharusnya mahasiswa bisa membedakan antara urusan kuliah dan urusan pribadi. Kuliah adalah prioritas, jembatan menuju sukses di masa depan. Dan pacaran adalah selingan. Jangan hancurkan kuliah hanya karena pacaran. Kita sudah dewasa, sudah tau mana yang benar dan mana yang salah. Mengendalikan diri memang sulit. Namun jangan lupakan harapan orang tuamu padamu ketika kau mulai duduk di bangku perkuliahan. Wujudkan cita-cita dan banggakan orang tuamu.!! Keep spirit and go for it :’)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar